Satgas PPKM Darurat Gerebeg Kafe di Buleleng, 12 Orang Digelandang ke Kantor Polisi
Penggerebekan kafe di Buleleng. (Dok. Kepolisian).

Bagikan:

DENPASAR – Tim gabungan operasi PPKM Darurat di Buleleng menggerebek satu kafe di kawasan tersebut karena melanggar aturan jam operasional selama masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKKM) darurat. Di kafe tersebut, para pengunjung ditemani oleh pelayan perempuan.

"Salah satu kafe yang ada di Jalan Pidana (Buleleng), saat itu terlihat dari depan nampak gelap atau mati lampu. Namun, atas kejelian Satgas Gakkum yang mencurigainya langsung masuk kedalam kafe dan ternyata ditemukan beberapa orang yang sedang menikmati minuman yang ditemani beberapa waitress," kata Kabag Ops Polres Buleleng, Bali, Kompol A.A. Wiranata Kusuma, Selasa, 6 Juli malam

12 orang digelandang ke kantor polisi

Tim gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, langsung melakukan tindakan dengan membawa 3 waitress dan 9 orang pengunjung ke Polres Buleleng untuk dimintai keterangan yang berkaitan dengan keberadaannya di kafe.

"Sekarang ini sudah hari ke 4 pelaksanaan PPKM Darurat. Jadi bila ditemukan adanya pelanggaran pelaksanaan PPKM darurat maka dilakukan tindakan tegas, dan untuk kejadian ini masih dilakukan proses Sat Reskrim untuk menentukan langkah lebih lanjut," ujarnya.

Operasi terkait PPKM darurat dimulai pukul 20.00 WITA dengan sasaran Kota Singaraja.

Operasi ini menerjunkan 73 personel gabungan terdiri dari 57 personel Polres Buleleng, 12 personel dari Satpol PP Pemkab Buleleng dan 2 personel BPBD.

"Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, beberapa masyarakat masih ditemukan yang tidak disiplin menggunakan masker dan selanjutnya diberikan tindakan peringatan tertulis," ujarnya.

Artikel ini telah tayang dengan judul Dari Depan Gelap, Petugas Curiga, Ternyata Kafe di Buleleng Buka dengan Pengunjung Ditemani Pelayan Perempuan.

Selain informasi soal Satgas PPKM Darurat Gerebeg Kafe di Buleleng, simak perkembangan situasi terkini baik nasional maupun internasional hanya di VOI. Waktunya Merevolusi Pemberitaan!