Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Video Mesum 4 Remaja Setubuhi Gadis SMP di Buleleng
Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto/ISTIMEWA

Bagikan:

DENPASAR – Tim penyidik dari Polres Buleleng belum menetapkan tersangka di kasus video mesum 4 remaja setubuhi gadis SMP.

Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, penyidik saat ini masih menunggu hasik visum dan pemeriksaan psikologis korban.

"Tindakan penyidik setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban, langsung dimintakan visum et revertum ke RSUD Buleleng dan hasil visum belum diketahui. Di samping itu juga dilakukan pemeriksaan psikologis terhadap korban untuk mengetahui keadaan kejiwaan korban baik sebelum dan sesudah kejadian," kata AKBP Andrian, dikutip VOI BALI, Rabu, 15 Desember.

Pelaku masih di bawah umur

Kapolres mengatakan, pemeran pria dalam video mesum itu masih berstatus anak. Belum ada penetapan status tersangka dalam kasus ini.

 “Dan belum ditetapkan statusnya. Terhadap anak-anak tersebut melaksanakan wajib lapor," imbuhnya.

Dari keterangan pemeriksaan sementara diketahui, salah satu anak dalam video itu menyebut perempuan pelajar SMP dapat dibayar untuk berhubungan. Setelahnya keempat anak laki-laki itu membayar pelajar perempuan untuk berhubungan.

"Untuk sementara arah penyelidikan dan penyidikan hanya mengarah kepada empat orang yang akan mengarah selaku terduga pelaku. Sedangkan yang melakukan perekaman masih sedang didalami untuk mengetahui siapa yang melakukan rekaman baik secara langsung pada saat persetubuhan dilakukan maupun perekaman tidak langsung artinya tanpa diketahui oleh para pelaku," ujar Andrian.

Dalam kasus ini, polisi bakal menerapkan Pasal 18 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Artikel ini telah tayang dengan judul Video Mesum Pelajar SMP Disetubuhi 4 Temannya di Buleleng, Polisi Belum Tetapkan Tersangka.

Selain informasi soal kasus video mesum 4 remaja setubuhi gadis SMP di Buleleng, simak perkembangan situasi terkini baik nasional maupun internasional hanya di VOI. Waktunya Merevolusi Pemberitaan!