Peneliti Sebut Virus Corona Sub Varian Omicron BA.2 Mungkin Lebih Infeksius dan Berbahaya, Waspada!
Ilustrasi virus corona. (Unsplash).

Bagikan:

DENPASAR – Menurut studi terbaru, virus corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 sub varian Omicron BA.2 mungkin lebih berbahaya ketimbang BA.1. Varian ini bahkan bisa memunculkan risiko lebih besar bahi kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

Varian BA.2 ini telah menjadi berita utama dalam beberapa minggu terakhir dan merupakan subjek penelitian yang sedang berlangsung setelah menyalip tipe BA.1 Omicron yang sebelumnya dominan di negara-negara seperti Denmark dan Afrika Selatan.

Virus corona sub varian Omicron BA.2 lebih pathogen

Dikutip dari VOI, Penelitian telah menemukan bahwa BA.2 memiliki keunggulan transmisi yang signifikan dibandingkan BA.1, yang berarti memiliki potensi untuk menyebar lebih cepat melalui populasi. Tetapi karakteristik kunci lainnya tentang varian tersebut, seperti apakah itu mengarah pada peningkatan rawat inap atau lebih resisten terhadap vaksin, belum bisa ditentukan secara pasti.

Data awal dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (HSA) telah menyarankan bahwa vaksin sama efektifnya dengan BA.2 seperti BA.1, dalam hal mencegah penyakit simtomatik, berdasarkan orang yang mendapat suntikan booster atau vaksinasi COVID-19 dosis ketiga.

Namun, pada Selasa, 15 Februari, lusinan peneliti dari Jepang merilis sebuah penelitian di mana mereka mengatakan bahwa mereka menemukan jika BA.2 mungkin sebenarnya lebih pathogen atau mampu menyebabkan penyakit. Bahkan diklaim lebih tahan terhadap kekebalan sebelumnya daripada BA.1. Perlu dicatat bahwa penelitian ini belum melalui proses peer review yang akan dinilai kualitas dan validitasnya.

Para peneliti tersebut menginfeksi hamster dengan BA.1 dan kemudian memperoleh serum pemulihan, yang pada dasarnya sampel darah,   dari mereka setelah tubuh mereka menimbulkan respons kekebalan, yang berarti darah mereka mengandung antibodi.

Mereka kemudian mengekspos sampel BA.1 dan BA.2 ke antibodi ini untuk melihat apa yang akan terjadi. Para peneliti menemukan bahwa BA.2, 2,9 kali lebih tahan terhadap sampel hamster daripada BA.1.

Mereka selanjutnya menguji temuan ini pada tikus dengan mengimunisasi hewan itu dengan sel yang mengekspresikan protein lonjakan BA.1 dan sekali lagi menguji antibodi mereka terhadap BA.1 dan BA.2. Kali ini, mereka menemukan bahwa BA.2, 6,4 kali lebih tahan dari BA.1.

Selain itu, para peneliti menginfeksi hamster dengan BA.2 dan BA.1 dan menemukan bahwa kelompok BA.2 menunjukkan lebih banyak gangguan kesehatan seperti penurunan berat badan daripada mereka yang terinfeksi BA.1. Mereka juga menemukan bahwa jumlah virus BA.2 lebih tinggi di paru-paru hamster daripada BA.1.

Para peneliti juga mengatakan bahwa berdasarkan temuan mereka, BA.2 harus diberi huruf alfabet Yunani sendiri dan "diakui sebagai varian unik yang menjadi perhatian."

Namun, ada batasan yang perlu diingat. Seperti yang disebutkan sebelumnya, penelitian ini belum ditinjau oleh rekan sejawat. Selain itu, model kultur hewan dan sel tidak selalu diterjemahkan secara akurat ke manusia.

Artikel ini telah tayang dengan judul Peneliti Sebut Omicron Subvarian BA.2 Mungkin Lebih Berbahaya Dibandingkan Sebelumnya.

Selain informasi soal virus corona sub varian Omicron BA.2, simak perkembangan situasi terkini baik nasional maupun internasional hanya di VOI. Waktunya Merevolusi Pemberitaan!