Ahli Gizi: Susu Tinggi Protein Bisa Jadi Sumber Nutrisi Bagi Pengidap Kanker yang Berpuasa
Ilustrasi. (Unsplash).

Bagikan:

DENPASAR – Minum susu tinggi protein rupanya bisa dijadikan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pengidap kanker yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter ahli gizi Marya W.Haryono dalam webinar bertajuk Panduan Aman Jalani Ibadah Puasa untuk Pejuang Kanker yang digelar oleh RSU Bunda beberapa hari lalu.

Susu tinggi protein dapat jadi pelengkap menu berbuka puasa

Menurut dokter Marya, penderita kanker dapat menggunakan susu tinggi protein jika bosan dengan menu makanan dan minuman yang dijalani berbarengan dengan pengobatan.

“Susu tinggi protein itu kan baik. Di masa puasa tentu waktu makan pun sedikit tapi kita tetap harus menjaga nutrisi kan. Nah susu tinggi protein ini bisa digunakan untuk pelengkap menu berpuasa. Tapi ingat dosisnya harus pas. Mau disajikannya diseduh, atau pakai shaker itu balik ke selera masing- masing,” kata Marya, dikutip VOI dari Antara, Sabtu, 1 Mei 2021. 

Kendati demikian perlu diperhatikan agar pengidap kanker tetap menjaga asupan nutrisi itu tidak hanya dari susu tinggi protein tapi juga bergantian dengan makanan bergizi serta minum air putih yang cukup.

Susu tinggi protein fungsinya tidak menggantikan makanan dan minuman sebagai asupan nutrisi utama.

Sama halnya dengan jus atau pun buah-buahan yang tidak bisa dijadikan main course namun lebih berperan sebagai pendamping saat pengidap kanker menjalani puasa.

Selama berpuasa pun, Marya berpesan agar pasien kanker harus bisa memastikan nutrisi yang diterima seimbang baik pada saat sahur dan juga berbuka sehingga kinerja tubuh dapat stabil dan tetap bisa beraktivitas normal meski sedang menahan lapar dan haus selama 12 jam.

“Jadi jangan dikurangi makanan, tapi tetap dijaga nutrisinya 50 : 50 pada saat sahur dan juga berbuka,” pungkas Marya .