Berita Bali Terkini: Kurangi Titik Rawan Kecelakaan, Kementerian PUPR Kebut Proyek Jembatan Shortcut di Atas Sungai Yeh Otan,
Proyek jembatan shortcut di atas sungai Yeh Otan (Dok. Kementerian PUPR).

Bagikan:

DENPASAR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan proyek pembangunan Jembatan shortcut alias jembatan pintas di atas Sungai Yeh Otan. Jembatan sepanjang 277 meter ini menghubungkan dua desa di Kabupaten Tabanan yakni Desa Bajera (Kecamatan Selemadeg) dan Desa Antosari (Selemadeg Barat). 

Pembangunan jembatan di atas Sungai Yeh Otan bertujuan untuk mengurangi jalur yang menjadi daerah titik rawan kecelakaan (black spot). 

Tingkatkan konektivitas di jalur wisata Bali 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan pengendara.

“Akses jalan yang semakin baik juga akan menunjang perekonomian masyarakat sekitar,” kata Menteri Basuki dalam keterangannya, Senin 15 Agustus, dikutip dari VOI

Pembangunan jembatan ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur- Bali Kementerian PUPR pada tahun anggaran 2021-2022. Hingga saat ini berdasarkan data, progres fisik konstruksinya sebesar 83,79 persen.

Jembatan ini juga dibangun untuk mempersingkat jarak tempuh dari Denpasar ke Pelabuhan Gilimanuk dan mengurangi angka kecelakaan sering terjadi di jalur tenggorok ruas jalan Bajera – Antosari.

Tidak hanya itu, pembangunan jembatan ini juga akan mendukung peningkatan kelancaran konektivitas jalur wisata di Pulau Dewata, karena tepat di sekitar lokasi jembatan terdapat lokasi wisata seperti Pantai Loka, Belimbing Rice Terrace hingga Air Terjun Sing-Sing.

Pembangunan Jembatan Denpasar – Gilimanuk (TK. Yeh Otan) konstruksinya dilaksanakan oleh kontraktor PT Modern Surya Jaya dan PT Pramana Arta Raharja, KSO senilai Rp59 miliar dan konsultan supervisi PT Tata Guna Patria, PT Eskapindo Matra dan PT Gaharu Sempana.

Jembatan ini merupakan shortcut keempat yang dibangun di Jalur Utama Denpasar-Gilimanuk wilayah Tabanan. Sebelumnya, telah rampung dibangun tiga shortcut pada 2014 silam. Pertama, shortcut di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan dengan panjang 270 meter di atas jalan raya dan Sungai Nusa. Shorcut setinggi 24 meter ini dibangun dari sebelah selatan Kantor Perbekel Samsam di Banjar Penyalin hingga tembus ke Banjar Samsam.

Kedua, shortcut di Sungai Yeh Ho yang menghubungkan Desa Meliling dan Banjar Pucuk, Desa Bantas. Shortcut Sungai Yeh Po ini memiliki panjang 42 meter dan lebar 9,5 meter, dengan ketinggian mencapai 29 meter.

Ketiga, shortcut di Tikungan Kresek, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur. Shortcut berupa jembatan ini dibangun sepanjang 200 meter dengan ketinggian 24 meter. Shortcut Tikungan Keresek ini dibangun mulai Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (batas barat) hingga Pos Polisi Desa Megati (sisi timur).

Artikel ini telah tayang dengan judul Kalau Jembatan ini Rampung, Perjalanan Denpasar ke Pelabuhan Gilimanuk Bakal Lebih Cepat

Selain informasi soal Kementerian simak berita Bali terkini untuk berita paling update di wilayah Bali.PUPR Kebut Proyek Jembatan Shortcut di Atas Sungai Yeh Otan,