Munas Kadin di Bali Batal Digelar, Caketum Arsjad Rasjid Bilang Gini
Caketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. (Antara).

Bagikan:

DENPASAR – Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ke-8 yang rencananya bakal diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 2-4 Juni besok, terancam batal digelar.

Salah satu Calon Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjib turut buka suara soal batalnya Munas Kadin di Bali.

Arsjad menyampaikan bahwa dirinya menerima apapun keputusan yang diambil Ketum Kadin Rosan Roeslani.

Arsjad menyebut pemerintah meminta agar munas Kadin diundur. Menurut dia, keputusan tersebut harus dihargai. Meski begitu, Arsjad mengaku siap kapanpun Munas diselenggarakan.

"Pada dasarnya kami siap kapan pun Munas VIII Kadin akan digelar," tuturnya saat dihubungi VOI, Jumat, 28 Mei.

Mundurnya Munas Kadin bikin perjuangan jadi ketum makin panjang

Arsjad tak menampik mundurnya jadwal munas Kadin untuk memilih ketua umum, membuat perjuangannya lebih panjang. Namun, semangat dan kesiapan mental terus ditambahkan.

"Road to Munas Kadin ini sudah seperti marathon, dan stamina kami masih tetap optimal. Kita harus rela menambah stamina karena kita harus mengerti sudut pandang pemerintah," katanya.

Menurut Arsjad, Kadin adalah organisasi yang disahkan oleh UU, dan hasil Munas Kadin juga disahkan oleh Keppres. Kadin adalah partner utama Pemerintah dalam dalam mengembangkan dunia usaha dan perekonomian, dan Ketua Umum Kadin terpilih akan harus terus menjalin komunikasi dengan pemerintah di setiap langkah.

Karena itu, kata dia, pihaknya harus menghormati keputusan pemerintah yang sudah pasti dipertimbangkan dengan baik. Apalagi, kata Arsjad, ada ancaman klaster COVID-19 baru jika Munas Kadin tetap dilakukan di Bali.

"Risiko yang dapat dialami apabila Munas tetap di Bali adalah adanya klaster COVID-19 baru yaitu klaster Munas Kadin, apalagi awal Juni masih terlalu dekat dengan masa mudik Lebaran," tuturnya.

Dampak dari klaster COVID-19 yang dapat disebabkan Munas Kadin, kata Arsjad, tidak hanya berdampak negatif kepada Kadin Indonesia, tetapi juga terhadap perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

"Kami sangat mengerti keputusan pemerintah yang memindahkan tanggal Munas Kadin pada akhir bulan, agar dampak lonjakan COVID-19 yang disebabkan mudik dapat terkontrol, dan memindahkan tempatnya ke Kendari, di mana angka COVID-19 minim," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di VOI dengan judul Munas Kadin di Bali Batal, Ini Tanggapan Calon KEtua Umum Arsjad Rasjid Lawan dari Anindya Bakrie.

Selain informasi soal Munas Kadin di Bali batal digelar, simak perkembangan situasi terkini baik nasional maupun internasional hanya di VOI. Waktunya Merevolusi Pemberitaan!