Laba Bersih Citi Bank Indonesia Terkontraksi 40,8 Persen Periode Januari-Maret 2021
Citibank. (Antara).

Bagikan:

DENPASAR – Perusahaan perbankan Citi Bank Indonesia membukukan laba bersih pada kuartal I (Januari-Maret) 2021 sebesar Rp596 miliar. Capaian tersebut turun 40,8 persen ketimbang periode yang sama pada 2020 yakni sebesar Rp1,01 triliun.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan kecukupan modal di tengah pandemi COVID-19.

"Dengan penekanan yang kuat pada manajemen resiko, kami terus memastikan kecukupan cadangan kerugian untuk mengantisipasi potensi kerugian mengingat dampak pandemi COVID-19 yang masih berlanjut," ujarnya Batara, dikutip dari Antara, Kamis 20 Mei. 

Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) Citi Indonesia masing-masing tercatat sebesar 14,1 persen dan 3,5 persen.

Citibank catat perbaikan rasio kredit bermasalah

Kondisi likuiditas Citi Indonesia yang diindikasikan dengan Lending to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 62,5 persen, yang didukung simpanan tumbuh  5 persen di triwulan I 2021. Selain itu rasio NPL mencapai 1,4 persen lebih baik dibanding periode yang sama 2020 sebesar dari 2,3 persen.

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Citi Indonesia per 31 Maret 2021 adalah 28,7 persen, meningkat dari 26,3 persen dibanding periode yang sama 2020.

"Dengan tren penurunan suku bunga, kami telah merekomendasikan ke para nasabah untuk melakukan diversifikasi aset antara lain ke produk yang dapat juga memberikan proteksi jiwa dan pengaturan finansial jangka panjang, khususnya untuk perencanaan pensiun atau pendidikan anak-anak," kata Batara.

Selain itu terjadi pertumbuhan pengguna aplikasi Citi Mobile sebesar 78 persen untuk periode yang sama pada 2020.

Di unit Treasury and Trade Solutions (TTS), Citi Indonesia melihat pertumbuhan yang pesat dalam hal jumlah klien di platform perbankan korporat berbasis web, CitiDirect.

Pengguna aplikasi tersebut mengalami peningkatan sebesar 12 persen, pertumbuhan pengguna seluler atau tablet sebesar 53 persen, dan juga peningkatan penggunaan dokumen elektronik sebesar 66 persen secara year-on-year (dari kuartal IV 2019 hingga kuartal IV 2020). Sejalan dengan ini, transaksi langsung ke cabang atau melalui jalur non-digital menjadi berkurang 95 persen.

Citibank Indonesia lakukan transformasi bisnis

Di bawah arahan CEO Citi Jane Fraser, Citi secara global tengah melakukan transformasi bisnis yang berani dan akan fokus dalam mencapai keunggulan dalam hal pemberian layanan nasabah, kegiatan operasional serta dari sisi risiko dan kontrol.

Proses transformasi yang saat ini dilakukan diharapkan akan meningkatkan keunggulan Citi di dunia baru yang sedang dibentuk kembali oleh para nasabah atau klien yang menginginkan layanan keuangan yang lebih sederhana, cerdas, dan lebih personal, serta mampu mengikuti perkembangan kehidupan digital mereka.

"Dengan fokus pada kekuatan Citi yang sesungguhnya dan menjunjung tinggi excellence di semua lini bisnis kami, Citi akan akan dapat terus meningkatkan kinerja keuangannya, semakin menutup jarak dengan bank-bank lainnya serta bertransformasi menjadi pemimpin industri yang maju secara digital," ujar Batara.

Selain informasi soal laba bersih Citibank Indonesia, simak perkembangan situasi terkini baik nasional maupun internasional hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!