Bagikan:

JAKARTA - Bintang Top Gun, Val Kilmer, meninggal dunia di usia 65 tahun pada Selasa, 1 April 2025, di Los Angeles, Amerika Serikat. Menurut laporan keluarga, Val Kilmer meninggal dunia akibat mengidap pneumonia.

Namun, sebelum terkena pneumonia, Val Kilmer juga sempat menderita penyakit kanker tenggorokan dalam waktu lama. Dikutip dari Daily Mail, Val Kilmer menderita kanker tenggorokan pada 2015, dan menjalani serangkaian pengobatan seperti operasi dan kemoterapi, hingga akhirnya pulih pada 2021.

Meski demikian, penyakit tersebut dan pengobatan yang dijalani berdampak pada kesehatannya, seperti menyulitkan bernapas hingga merusak pita suara. Dikutip dari Healthline, pada Kamis, 3 April 2025, kanker tenggorokan merupakan penyakit yang terjadi pada jaringan di sekitar belakang hidung dan pita suara.

Pasien yang menderita penyakit ini umumya akan mengalami batuk, perubahan suara menjadi lebih serak, sulit menelan, benjolan pada leher, hingga penurunan berat badan dengan drastis.

Kanker tenggorokan terbagi dalam beberapa jenis, namun yang paling umum terjadi adalah kanker tenggorokan laring dan ofofaring. Kanker laring menyerang laring atau kotak suara, sedangkan kanker ofofaring menyerang bagian tengah tenggorokan.

Jika sudah terkena penyakit tenggorokan, pasien harus menjalani sejumlah pengobatan. Mulai dari operasi jika kanker masih stadium awal, kemudian terapi radiasi, kemoterapi jika jaringan kanker sudah menyebar, hingga terapi target yakni pemberian obat untuk menghentikan penyebaran sel kanker.

Dalam mencegah kanker tenggorokan yang dapat dilakukan adalah menghindari faktor risikonya. Berhentilah merokok dan minum alkohol, kemudian terapkan pola makan sehat termasuk buah-buahan dan sayuran segar, batasi konsumsi makanan olahan, lakukan aktivitas olahraga secara teratur, hingga vaksin HPV.

Ini beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya kanker tenggorokan pada seseorang

- Merokok

- Sering mengonsumsi alkohol

- Pola makan yang rendah sayur dan buah

- Kelebihan berat badan

- Usia lanjut

- Kebersihan mulut yang tidak terjaga

- Paparan bahan kimia seperti asbes, nikel, dan sulfur

- Menderita anemia Fanconi atau ataxia telangiectasia

- Infeksi virus HPV