Sandiaga Uno Ingin Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Cokelat Jembrana Melalui Program BEDAKAN
Menparekraf Sandiaga Uno. ( Foto Via Twitter).

Bagikan:

DENPASAR – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong peningkatan nilai tambah komoditas cokelat di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali.

Peningkatan nilai tambah komoditas cokelat bisa dilakukan melalui program BEDAKAN (Bedah Desain Kemasan).

 “Program ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar dia saat meninjau kebun kakao di Desa Ekasari, dikutip dari Antara, Kamis, 24 Februari.

Kakao dari Jembrana sudah diekspor ke Eropa

Perlu diketahui, Kakao dari Kabupaten Jembrana disebut menjadi salah satu bahan baku cokelat terbaik di dunia yang telah diekspor ke berbagai negara di Eropa.

Sandiaga menilai, selama ini masyarakat dimanjakan oleh produk-produk cokelat Belgia dan Swiss yang sebenarnya berasal dari biji cokelat tanah air.

Negara-negara tersebut telah mengimpor cokelat dari Indonesia, lalu diolah, dikemas, dan dijual kembali ke Indonesia. Sehingga, nilai tambah dan lapangan pekerjaan tak dirasakan oleh tenaga kerja dari negeri ini.

"Ini yang akan kita ubah sebagai potensi,” katanya.

Menurut Sandiaga, masyarakat harus bangga terhadap produk Indonesia yang telah terbukti berhasil mengekspor produk ekonomi kreatif sebesar 21 miliar dolar AS pada 2021.

"Saya inginkan nanti baik cokelat, kopi, dan sebagainya, ikut dalam program Indonesia Spice Up The World sehingga ekonomi bangkit dan lapangan kerja kembali terbuka," ungkap Menparekraf.

Selain informasi soal Sandiaga Uno ingin tingkatkan nilai tambah komoditas cokelat Jembrana, simak berita Bali terkini untuk berita paling update di wilayah Bali.