Fenomena Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Bali Jangan Dikaitkan dengan Mistis!
Ilustrasi. (Unsplash).

Bagikan:

DENPASAR – Fenomena ratusan burung pipit berjatuhan dari atas pohon di Desa Pering, Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali tak berkaitan dengan mistis.

Hal ini ditegaskan oleh tokoh adat setempat (bendesa adat) I Made Wardana. Menurutnya kematian burung pipit hanya fenomena alam biasa.

“Kalau di masyarakat saya biasa-biasa saja itu (tidak ada unsur mistis). Kalau tidak hujan, tidak ada apa-apa terhadap burung itu. Kalau hujan (baru ada kejadian seperti itu). Saya, sudah berpikir waktu kemarin itu, hujan deras begini gimana nasib burung itu," kata Wardana, Selasa, 14 September.

Bukan pertama kali

Kematian koloni burung pipit pernah terjadi pada tahun 2018. Saat itu sempat syok melihat kejadian itu.

"Berapa tahun lalu begitu juga. Waktu tahun sebelumnya baru syok, saya kasihan burungnya yang tahun 2018 itu. Yang, sekarang karena kejadian 2018 itu saya was-was waktu kejadian kemarin. Kejadiannya pas juga seperti yang tahun 2018 dan burungnya lebih banyak yang kemarin," ujar Wardana.

Sebelumnya, Kepala Seksi Wilayah ll, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Sulistyo Widodo menerangkan, kematian ribuan burung Pipit pernah terjadi di area RSUP Sanglah, Denpasar, dan di Desa Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali.

"Kejadian ini bukan yang pertama di Bali atau pun bukan pertama di Indonesia. Di Bali, dalam lima tahun terakhir juga pernah ada kejadian di area Sanglah Kota Denpasar, juga di Selemadeg Kabupaten Tabanan, juga di Sukabumi Jawa Barat, Bulan Juli tahun 2021," kata Widodo, Jumat, 10 September.

BKSDA Bali bersama Dinas Kesehatan Hewan Kabupaten Gianyar sudah memeriksa lokasi matinya ratusan burung Pipit di Desa Pering, Kecamatan Blabatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

“Juga mengambil sampel bangkai burung dan kotoran burungnya untuk dibawa ke laboratorium kesehatan hewan guna mencari tahu penyebab kejadian tersebut," imbuhnya.

Selain itu, BKSDA menyebutkan matinya ribuan burung pipit secara bersamaan karena burung itu adalah satwa koloni yang hidup berkelompok dalam jumlah besar.

"Ukuran burung yang kecil, menyebabkan kecenderungan berkoloni dalam jumlah besar untuk mengurangi resiko terhadap predator. Termasuk, saat beristirahat pun bergerombol, biasanya di satu pohon yang besar bisa sampai ribuan burung," ungkapnya.

Soal kematian mendadak burung pipit, perlu pemeriksaan lanjutan.  Namun ada beberapa kemungkinan yang terjadi, yaitu burung memakan pakan yang terkontaminasi atau tercemar alias mengandung herbisida dan pestisida.

Artikel ini telah tayang dengan judul Ratusan Burung Pipit Mati Berjatuhan Jangan Ditarik-tarik ke Urusan Mistis.

Selain informasi soal fenomena burung pipit berjatuhan di Bali, simak perkembangan situasi terkini baik nasional maupun internasional hanya di VOI. Waktunya Merevolusi Pemberitaan!