Bule Inggris Harper Mattew yang Tewas Bunuh Diri di Bali Sempat Aniaya Pacarnya, Tabrak Warung Sampai Kabur dari RS
Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan dalam jumpa pers kasus WNA Inggris bunuh diri di Bali/FOTO: DAFI-VOI

Bagikan:

DENPASAR - Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, mengungkapkan warga negara Inggris Harper Mattew (48) yang  tewas bunuh diri rupanya sempat menabrak warung di kawasan Sanur, Denpasar Selatan, Bali. 

Bule Inggris ini ramai diberitakan setelah tewas bunuh diri di Perumahan Samatha Citra Kuta Blok A/8 Lingkungan Taman Giri Mumbul, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada 13 Januari.

Kombes Jansen mengatakan, tiga hari sebelum ditemukan tewas bunuh diri, Harper mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Suwung Kauh, Sanur, Denpasar. Dia menabrak warung dengan mobil yang dikendarai.

"Penyebab luka memar pada korban, jadi kita temukan juga hasil otopsi ada luka memar itu adalah dugaan kekerasan tumpul dilihat dari warnanya diperkirakan luka tersebut satu sampai tiga hari sebelum  kematian," kata Jansen di Mapolresta Denpasar, Bali, Rabu, 19 Januari. 

"Dari hasil pengembangan yang kita lakukan ternyata tiga hari  sebelumnya sebelum (meninggal) korban mengalami kecelakaan lalu lintas dia ada menabrak warung. Jadi tadi kalau dikaitkan dengan luka memar itu sudah dipastikan itu akibat kecelakaan yang dialami tiga hari sebelumnya," imbuhnya.

Usai kecelakaan Harper Mattew dibawa ke RS Bali Mandara di Denpasar. Tapi belum sempat diperiksa, Harper Mattew melarikan diri dari rumah sakit.

"Jadi, pada saat itu korban dibawa ke rumah sakit Bali Mandara belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut korban meninggalkan rumah sakit atau melarikan diri," papar Kapolresta Denpasar.

Bule Inggris Harper Mattew juga sempat ditemukan oleh warga tidur di emperan toko di kawasan Sanur, setelah melarikan diri dari rumah sakit.

"Informasi yang kita terima seperti itu (tidur di emperan toko) di Sanur setelah lari dari rumah sakit ada yang sempat menemukan dia tidur di emperan. Dia menabrak pakai mobil dan laka lantas ini juga sudah kita tangani di lantas," ujarnya. 

Tak sampai di situ. Korban juga diketahui pernah melakukan penganiayaan kepada pacarnya Emmy Martha Pakpahan pada Selasa, 4 Januari lalu. Kemudian, oleh pacarnya dilaporkan ke Polsek Kuta, Bali.

"Pernah melakukan penganiayaan terhadap pacarnya. Yang dilaporkan masih Dumas (aduan masyarakat) di Polsek Kuta. Tapi masih dalam proses waktu itu, kemudian pada saat proses penyelidikan antara korban dan pelapor pacarnya ini berdamai. Jadi kasus penganiayaan itu sudah berdamai," ujarnya.

Sementara dari keterangan saksi, diketahui korban depresi atau kecemasan yang berlebihan hingga mengkonsumsi obat antidepresan.

"Di cairan tubuh, kita temukan ada alkohol dan obat-obatan. Dan ada saksi yang mengatakan bahwa memang dia (korban) dalam keadaan depresi atau kecemasan yang berlebihan sehingga dia mengkonsumsi obat dan dia ada juga penyakit epilepsi dari keterangan saksi yang ada," ujarnya.