Mengenal Penyakit Cacar Monyet yang Sudah Mewabah di Eropa
Ilustrasi (Ivan Balvan/Unsplash)

Bagikan:

DENPASAR - Penyakit cacar monyet tengah menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena menyebar dengan cepat di sejumlah negara eropa seperti Inggris, Portugal, dan Spanyol. Bahkan, baru-baru ini, Amerika Serikat mengonfirmasi kasus cacar monyet dan menyebutnya sebagai virus langka pertama yang teridentifikasi di Paman Sam. 

Infeksi ini ditemukan pada seorang pria dewasa di Massachusetts yang baru saja bepergian ke Kanada. Pejabat kesehatan setempat mengatakan kasus tersebut 'tidak berisiko terhadap masyarakat'.

Lantas, apa itu penyakit cacar monyet? 

Mengutip laman NHS.UK, cacar monyet merupakan penyakit infeksi, disebarkan hewan pengerat dan primata seperti tikus, mencit, monyet, dan tupai yang terinfeksi. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Afrika bagian barat dan tengah pada tahun 1970an.

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini dapat tertular pada manusia jika digigit atau menyentuh darah, cairan tubuh seperti liur, hingga luka hewan yang terinfeksi. Penyebaran dapat terjadi melalui mata, mulut, hidung, atau luka di kulit.

Selain itu, ada juga kemungkinan penularan cacar monyet dengan cara memakan daging hewan terinfeksi yang belum matang atau menyentuh produk dari hewan terinfeksi (misalnya kulit atau bulu hewan).

Gejala cacar monyet 

Pada manusia, gejala cacar monyet mirip tetapi lebih ringan daripada gejala cacar. Cacar monyet dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Perbedaan utama antara cacar air dan cacar monyet adalah cacar monyet menyebabkan kelenjar getah bening membengkak (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. Masa inkubasi (waktu dari infeksi hingga gejala) cacar monyet biasanya 7-14 hari tetapi dapat berkisar antara 5-21 hari, seperti dilansir VOI dari CDC.

Gejala yang terjadi berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, meriang, dan kelelahan. Dalam 1 sampai 3 hari setelah munculnya demam, Anda bisa mengalami ruam yang sering dimulai pada area wajah kemudian menyebar ke bagian lain  tubuh.

Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 minggu. Di Afrika sendiri, 1 dari 10 orang yang terjangkit cacar monyet berisiko meninggal dunia. Segera periksakan diri ke dokter jika merasakan gejala seperti cacar air, yaitu muncul bintil berair, apalagi bila:

  • Bintil berubah berisikan nanah
  • Baru berlibur dari negara dengan kasus cacar monyet tinggi
  • Terdapat kontak dengan monyet atau tupai

Pengobatan cacar monyet 

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang terbukti aman untuk infeksi virus monkeypox. Untuk tujuan pengendalian wabah monkeypox di Amerika Serikat, vaksin cacar, antivirus, dan vaccinia immune globulin (VIG) dapat digunakan. Ada juga yang memberikan paracetamol serta beberapa antibiotik khusus untuk meredakan demam dan nyeri, juga meminta pasien untuk beristirahat guna mempercepat proses penyembuhan.

Artikel ini telah tayang dengan judul Mengenal Cacar Monyet, Virus Langka yang Menyebar di Eropa

Selain informasi soal penyakit cacar monyet, simak berita Bali terkini untuk berita paling update di wilayah Bali.